Mogok Kerja Karyawan MBC Berhenti dengan Janji dari Pihak Perlemen Oposisi

Serikat pekerja dari Munhwa Broadcasting Corporation (MBC), sebuah jaringan televisi besar di Korea, menghentikan aksi mogok kerja mereka mulai tanggal 18 Juli lalu, mogok kerja yang telah dilakukan selama kurang lebih 170 hari sejak bulan Januari lalu ini, dihentikan atas keputusan dari pihak serikat pekerja.

Perwakilan dari serikat pekerja pada tanggal 17 Juli lalu telah melakukan rapat dan sepakat untuk mulai bekerja kembali pada keesokan harinya pukul 9 pagi waktu setempat, mengatakan bahwa majelis perundang-undangan nasional akan membantu menyelesaikan permasalahan mereka dan juga akan membantu untuk menuntut pengunduran diri dari presiden perusahaan jaringan televisi ini, Kim Jae-chul.

Sekitar 770 karyawan MBC mulai melakukan mogok kerja terhitung sejak tanggal 30 Januari lalu sebagai bentuk protes mereka atas keberatan mereka terhadap campur tangan presiden Kim dalam penyiaran berita. Para karyawan ini mengatakan bahwa presiden Kim adalah ‘boneka’ dari Presiden Korea Selatan saat ini, Lee Myung-bak dan memerintahkan bagian pemberitaan untuk hanya menyiarkan berita-berita yang bersifat mendukung memerintahan Presiden Lee. Oleh karena itu pihak serikat pekerja menuntut pengunduran diri dari presiden Kim.

Keputusan kami untuk kembali bekerja ini memperlihatkan usaha kami untuk mengembalikan daya saing dan image MBC yang telah ternoda akibat dari permasalahan ini,” ujar Jung Young-ha, ketua serikat pekerja. “Kami [perwakilan dari serikat pekerja] menyetujui untuk melakukan tekanan terhadap presiden Kim melalui cara lain.

Para anggota serikat pekerja sebenarnya telah membicarakan kemungkinan atas pemberhentian aksi mogok kerja mereka ini sejak seminggu sebelumnya setelah pihak parlemen dari partai opposisi menyepakati untuk membantu mereka untuk menyelesaikan permasalahan di dalam perusahaan MBC ini pada akhir bulan Juni lalu.

Perwakilan dari pihak parlemen telah mendukung tuntutan dari serikat pekerja MBC dan mengatakan bahwa mereka akan membantu menyelesaikan permasalahan ini dengan menempatkan direktur baru di Badan Penyiaran dan Kebudayaan, sebuah institusi yang dibentuk untuk melakukan rasionalisasi terhadap management perusahaan MBC, yang mana akan berusaha untuk memuaskan baik pihak management maupun karyawan. Dewan baru ini akan mulai tugasnya pada bulan Agustus mendatang. Institusi ini akan dapat merekrut atau juga memecat presiden MBC nantinya.

Pada saat dewan baru ini mulai bekerja pada tanggal 9 Agustus pemdatang, aku yakin bahwa institusi ini akan mebukakan jalan untuk pengunduran diri presiden Kim setelah dilakukannya evaluasi yang objektif atas management yang ada sekarang,” ujar Jung. “Kami telah melakukan semua yang dapat kami lakukan dan malakuakn aksi penolakan ini selama 170 hari.

Aksi mogok kerja ini sendiri telah menjadi rekor tersendiri bagi MBC. Pihak management dan karyawan telah berkonflik dalam berbagai hal. Pihak serikat pekerja juga mengungkapkan tuduhan adanya penyalahgunaan kartu kredit perusahaan untuk kepentingan pribadi yang dilakukan oleh presiden Kim, sementara pihak management menyerang baik mereka dengan tututan hukum dan tuduhan tindakan indisipliner untuk melawan ketua serikat pekerja ini.

Meskipun para karyawan MBC ini telah mulai bekerja kembali, pihak perusahaan mengingtkan bahwa masih ada permasalahan yang belum terselesaikan mengenai 93 pekerja temporer, beberapa pembaca berita dan reporter freelance, yang direkrut untuk menggantikan para pekerja yang melakukan mogok kerja sebelumnya dan juga mengenai sanksi indisipliner yang diberlakukan pihak management. Total ada 6 anggota serikat pekerja yang dipecat dan 76 lainnya yang menerima sanksi indisipliner berkait dengan permasalahan ini.

Sebagai respon atas keputusan serikat pekerja MBC untuk menghentikan aksi mogok kerja yang mereka lakukan ini, partai demokrat sebagai pihak opposisi telah merilis pernyataan resminya yang meminta presiden Kim untuk segera mengundurkan diri sebelum akhirnya nanti akan digulingkan.

Pihak management dari MBC harus menghentikan aksi pemberian sanksi indisipliner untuk melawan serikat pekerja termasuk diantaranya mereka yang telah dipecat dan mencabut tuntutan hukum terhadap serikat pekerja ini,” petikan dari pernyataan resmi tersebut.

By Lee Eun-joo [angie@joongang.co.kr]

Source: Korea JoongAng Dialy

This entry was posted in News and tagged , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.