![[20120721_Big3_Weaknesses]](http://static.allkpop.com/wp-content/uploads/2012/07/20120721_Big3_Weaknesses.jpg)
Di bawah ini adalah artikel yang ditulis oleh media Korea, Star Today, mengungkapkan kelemahan agensi tiga besar dunia hiburan Korea.
SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment adalah agensi hiburan yang disebut “3 Besar” di Korea Selatan. Dengan perencanaan, pendanaan dan pemasaran taktis yang ekstensif, mereka memiliki porsi yang signifikan dari bagian dalam industri musik. Namun mereka memiliki kelemahan yang tak bisa disangkal.
Untuk memulai, kelemahan SM yang terletak pada sistemnya yang sangat kaku. Setelah merilis idol group pria, H.O.T, SM berfokus pada idol “blockbuster” yang bisa dipamerkan dengan baik. Meskipun secara sistematis dibangun dengan imej idol yang ideal, tren musik luar negeri, gaya chic, dan publisitas besar-besaran, sistem SM masih rentan terhadap ’1% dari ketidakpastian’. Alasannya, dalam hal musik populer, hanya ‘memiliki ramuan rahasia dan mengetahui mantra sihir’ tidak menghasilkan lagu hit.
Contoh kasusnya adalah group yang baru debut, EXO. Menampilkan penampilan yang baik, bakat yang luar biasa, publisitas tak berujung sejak 100 hari sebelum debut, lirik yang menarik bagi remaja, dan musik berskala besar, grup ini memiliki formulasi kesuksesan, namun belum bisa menampakkan hasil yang sesuai dengan harapan.
Cukup mengejutkan karena mereka memiliki semua elemen ideal yang mengakibatkan evaluasi yang menyatakan mereka tidak istimewa di antara kebanyakan idol group. Menjadi begitu “tipikal” dapat menunjukkan grup ini kekurangan warna yang unik. Inilah dimana “investasi berani” SM dapat menghambat kesuksesan artisnya, karena semakin besar investasi, semakin besar tekanan untuk memperoleh pendapatan. Jika ditilik dari ungkapan ‘bukan yang kuat yang selamat, namun yang selamatlah yang kuat’ dengan pengecualian untuk BoA, maka tak ada artis yang kuat.
Selain itu, kelemahan terbesar JYP terletak pada pimpinan agensinya sendiri, Park Jin Young. Lagu ciri khasnya ‘simpel namun enak didengar’ adalah alasan mengapa Wonder Girls, 2PM, Miss A, dan lainnya dianggap perwakilan K-Pop, namun semua lagu tersebut merupakan kreasinya. Meski disebutkan lagu Park Jin Young dipilih melawan koleksi lagu yang sudah dikompilasi tim A&R, tak bisa disangkal nyatanya paling tidak tiga artis agensi ini belum mempromosikan lagu yang dibuat orang lain selain oleh Park Jin Young.
Masalah terbesar secara musikal karena lagu itu diproduksi oleh satu orang, semua lagu bisa terdengar serupa. Bahkan dalam kasus 2PM Wooyoung, yang secara individual lewat debut sebagai artis solo, orangbisa menyadari kesamaan gaya lagunya dengan lagu-lagu 2PM.
Meskipun dipandang sebagai “pengarahan dari perusahaan”, bisa saja tidak sengaja melumpuhkan idol group yang selalu mencari imej baru yang menarik untuk penonton. Nyatanya, girl group veteran Wonder Girls belum keluar dari konsep dari lagu-lagu awal, “Tell Me“, “So Hot“, dan “Nobody“.
Yang terakhir, kelemahan terbesar YG bisa dilihat dari sistem komunikasi tertutup. Ini bisa dilihat dari hubungan mereka dengan perusahaan penyiaran. YG Entertainment memiliki hubungan kuat dengan SBS dibanding dengan KBS dan MBC. Panggung debut dan penampilan dn SBS ‘Inkigayo‘ selalu merupakan prioritas untuk grup seperti BIGBANG dan 2NE1. Hasilnya, KBS dan MBC diabaikan.
Ketika masalah ini berasal dari masalah program musik biasa, menjadi diskriminasi dari semua program dan berbagai hiburan, hal ini membuat kesulitan bagi seluruh stasiun TV selain SBS. SBS dalam kenyataannya, secara ekslusif menampilkan artis YG. Selama comeback BIGBANG, stasiun TV ini mengadakan program khusus satu jam untuk mereka dan juga tampil di beberapa program besar seperti ‘Healing Camp’, ‘Running Man’, dan ‘You & I’.
Kasus ini tak hanya soal di TV namun juga koran, majalah dan media lain. Mungkin bukan masalah besar bagi artis yang sudah mencapai level tertentu, namun tidak bagi artis baru. Masalah negatif terkecil datang dari pihak yang bukan “aliansi” dapat menyebabkan pukulan fatal dan artis yang akan datang.
Kemunduran signifikan lain adalah ketergantungan tinggi pada satu artis, BIGBANG. Dalam tahun 2010, BIGBANG bertanggungjawab atas penjualan total sebanyak 70.1% untuk YG Entertainment. Ini bisa berarti YG Berfokus pada BIGBANG lebih dari artis lainnya, tapi bisa juga berarti jika ada masalah yang terjadi dalam grup ini, seluruh kehidupan perusahaan dipertaruhkan.
Apakah artikel di atas membuat kalian setuju atau kalian memandangnya dengan sudut yang berbeda? Silahkan berkomentar
VIA ALLKPOP

