
Liar (Foreword)
Liar (Chapter 1) , Liar (Chapter 2), Liar (Chapter 3) , Liar (Chapter 4)
Liar (Chapter 5), Liar (Chapter 6), Liar (Chapter 7) , Liar (Chapter 8) ,
Liar (Chapter 9) , Liar (Chapter 10), Liar (Chapter 11), Liar (Chapter 12), Liar (Chapter 13) , Liar (Chapter 14), Liar (Chapter 15), Liar (Chapter 16), ——–
GD POV
“Aaaaaaaarrggggghhh!!!!”
Teriakan itu terdengar saat Seungri berhasil menarik ikat pinggangku dan mencoba untuk menarik celana seragam milikku. Dan bukan, teriakan tadi bukan berasal dariku yang terjepit sesuatu ataupun suara Seungri yang terkena tendanganku 15 detik yang lalu. Suara itu datang dari arah jam 8 posisi tubuhku. Di sanalah Youngbae sedang memegang hidungnya yang berdarah dan disampingnya ‘dia’, ya ‘dia’ orang yang dua jam lalu terkapar di lapangan parkir dan pingsan itu.. kini ia sedang menjenggut rambut Mohawk milik youngbae. Err?
“Ya!!! coba lakukan sekali lagi hal itu kepadaku, akan kupastikan bukan hanya hidungmu yang berdarah!” Teriak Dara tepat di telinga Youngbae. Poor Youngbae T__T
“Hey.. kalian tidak bisa bertengkar dengan mute kah?” tanyaku yang berhasil melepaskan diri dari cengkraman Seungri dan berjalan menuju Dara yang berdiri dan masih memegang rambut Youngbae.
“Ya! Ya ya ya ya!!! Kalau temanmu tidak mencoba menarik .. eh,, menarik… Omo,, memalukan, >o< kalau dia tidak mencoba menarik celana dalamku barusan pasti hidungnya baik-baik saja sekarang!” Dara yang tiba-tiba terlihat jijik dengan Youngbae, lalu dengan segera melepaskan tangannya dari rambut Youngbae dan melap tangannya ke lenganku seakan ia habis memegang telur busuk yang pecah <_<
“Kau bilang apa tadi? Dia mencoba..?” tanyaku sekali lagi seakan tidak yakin apa yang kudengar.
“ T_____T jangan minta aku menyebutkannya lagi, dia mencoba menarik ..” Dara menunjuk-nunjuk pantatnya dengan jarinya.
“hey Youngbae, bangunlah.. mari bersihkan hidungmu..” kupanggil Youngbae yang kini menutup hidungnya dengan sweater milikku =..=”,, Youngbae pun menuruti kataku dan berdiri menghadapku. Tanpa berpikir dua kali, aku melepaskan satu pukulan keras tepat di tempat yang sama dengan yang dihantam kepalan Dara tadi.
“Bhuughh!!”
Kali ini Youngbae pingsan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~“
DARA POV
“kau mau kemana?” tanyaku saat jiyong menghentikan motor di tepi jalan dan meninggalkanku sendirian di sana. Ia mengacuhkanku. “sebodolah… Yang penting cepat ya, sebentar lagi aku harus masuk kerja”
Lima menit terlewati, Jiyong belum juga kembali. =..= mending kutinggalkan sajalah, aku sudah telat masuk kerja sejak 10menit yang lalu. Aku mulai berjalan meninggalkan motornya ketika seseorang menarikku dan membuatku berhadapan dengan Noh Hong Chul. O.O” tanpa berpikir melebihi satu detik aku mencoba berlari tapi ..ya tentu saja ada tapi!!! =..= dia berhasil menggengam tanganku dan menarikku kembali ke hadapannya.
“eh.. Eh… Hai..”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~“
GD POV
Tepat pukul 8 malam aku mengantarkan Sandara ke tempat kerjanya, tapi di tengah perjalanan saat melewati 4 blok pertama dari ‘studio’ aku teringat ada Domino Pizza. Kuparkirkan motor secara sembarangan di pinggir jalan. Bukan di parkiran Domino, bukan..aku melakukannya dengan sengaja saja supaya orang yang kubonceng itu kesal. Huehehehe..
“kau mau kemana?” tanya Dara yang tentu saja tak berniat kujawab. Jika dia tau aku akan membelikannya makan, hidungnya akan melebar bimbang. “sebodolah… Yang penting cepat ya, sebentar lagi aku harus masuk kerja” katanya lagi.
Setelah berbelok satu blok, aku masuk ke Domino Pizza dan memesan salah satu menu dengan ukuran Large, mereka bilang agar aku menunggu selama 15 menit dan menunjukkan kursi dimana aku bisa menunggu.
Sambil menunggu ingatanku kembali ke saat dimana aku mulai kembali terlibat dengan Dara hari ini. Di awali saat aku selesai merokok sepulang sekolah dan menuju parkiran untuk mengambil motorku. Seperti biasa, aku melewati jalan belakang saat itu dan ketika akan menambah kecepatan motorku tiba-tiba di gerbang luar seseorang melintas di hadapanku dan aku hampir menabraknya. Bla bla bla.. aku membantunya lari dari seseorang yang lagi-lagi ‘Entah siapa aku tidak kenal’ bla bla bla dia pingsan, hingga kubawa ke ruangan dimana Big Bang berkumpul di tempat biasa.
Lalu aku teringat akan Youngbae yang mendapatkan dua jackpot dalam tempo lima menit. Ahhhhh… Kalian penasaran apa yang terjadi tadi kan? Malas sebenarnya kuceritakan, atau biar saja bagian Dara yang menceritakan? Tapi… Daripada aku menunggu 15 menit pizza dengan melamun sendirian, lebih baik aku ceritakan saja. Okay.. kita kembali ke saat-saat dimana aku ‘menyentuh’ Youngbae.
“Buuggghh!!” tanpa berpikir dua kali aku memukul jatuh Yongbae hingga pingsan.
Aku yakin sekali Seungri, Dara dan daesung mata mereka seperti ini >> 0.0 . Sementara Seunghyun memandang seakan aku meakukan hal biasa. Seperti mengupil. Aiiiishhh,, jangan tanya aku alasan mengapa memukulnya.
…
..
.
Baiklah.. Kuberitahu mengapa aku memukul Youngbae. Demi Tuhan dia baru saja menggerayangi pacarku!!! Well,, bukan pacar beneran, tapi kan tetap saja, Seungri, youngbae dan yang lain mengenal Sandara Park sebagai pacarku! Apa reputasiku jika aku membiarkan sahabatku menggerayangi kekasihku di depan hidungku ,, f no! Tidak bisa.
“kau pulanglah..” kataku pada Sandara yang sejak bangun pingsan tampak tak beranjak dari ruangan tempat kami bermain.
“Oah! Iya benar! ” seperti tersadarkan,, Dara melihat arloji di pergelangan tangannya yang mulus. Eh? Apa kataku tadi? Mulus? =oo= aku laki-laki juga tahu, tak bisa mengelak jika dia sangat cantik dan kulit terlihat sangat putih seperti susu. Dara merapikan barang- barangnya dan dengan segera beranjak ke pintu.
“ah, jiyong”
“terima kasih…” kata Dara sambil sedikit menundukkan kepalanya. Aku hanya mengangguk. “bye semua.. Terima kasih sudah menampungku..^=^/” Dara kemudian pergi tapi sebelumnya sempat menendang kaki youngbae yang masih tergeletak di samping sofa. == sahabatku itu terlihat tidur nyenyak untuk orang yang baru saja kena 2 kali bogem mentah.
“Hyung…” kali ini seungri yang sedang bermain PS3 melawan Seunghyun berbicara padaku. Matanya menatap layar dan rokok menempel di bibirnya.
“mmm” jawabku menandakan jika aku mendengarnya.
“ini sudah malam, kau tak mengantarkan pacarmu pulang?”
“oh, rumahnya dekat”
“memangnya dimana rumahnya hyung?” kali ini Daesung yang tiduran di sofa sambil cekikikan menatap ponsel dan sibuk mengupdate me2day mengangkat wajahnya padaku.
“oh dia tinggal di green hills” kataku asal menyebutkan salah satu perumahan. Hoho ladies,,,, aku tak tahu dimana rumah dara!!? Mana aku tau?!!
“ya! Pacar macam apa kau menyuruh dia pulang sendirian.. haha, kalau kau diamkan aku yakin Youngbae akan berhasil merebutnya darimu besok pagi” Seunghyun yang sejak tadi diam tak berbicara denganku tiba-tiba mneimpali. Ia, yang juga memiliki rokok dibibirnya, membuatku mengalah.
“Aisssssssssssh.. kalian uruslah si Mohawk ini” kataku sambil memakai seragamku (inget? Tadi baju dia kan lepas-lepas gitu gara2 kalah dari Seungri) dan beranjak keluar pintu meninggalkan mereka.
Selepas aku keluar dari ‘studio’, aku ternyata tak perlu mencari-cari Dara, ia masih ada di trotoar sedang berjongkok dan mengubek-ubek tas nya.
“Hey.. kenapa masih di sini?” tanyaku saat sudah berada di dekatnya.
Dara berhenti sesaat. “Dompetku sepertinya jatuh saat di gerbang sekolah tadi..” ia kembali melanjutkan usahanya mencari sesuatu yang ia sebut sebagai dompet. Hhhh.. Mungkin hidupku dulu sebelum berenikarnasi adalah Voldemort. Bukan aku keberatan terus-terusan bersama gadis cantik, tapi sepertinya setiap berada dekatnya, tak akan pernah ada kejadian romantis. Selalu bencana.
“Naiklah.. akan kuantar kau kerumahmu” Dara, tanpa basa basi langsung berdiri dan berjalan mendahuluiku menuju motor yang kuparkir sejak tadi siang. <____<
“Ya, Jiyong ah.. aku senang kau mau mengantarku pulang.. tapi aku lebih senang jika kau mengantarku langsung ke tempat kerja.” <_____< dia semacam orang yang banyak minta. Kujalankan motor dan disinilah diriku saat ini. Sedang berbaik hati memesan Domino Pizza bagi sesorang yang harusnya kubenci. ==”
“Pesanan Mr. kwon jiyong…!! ” Ups! Ceritaku selesai tepat sebelum Pizzaku datang. ^O^/ cepat antarkan Dara, lalu pulang! ASAKSGRSVghf!! Aku merindukan kasurku.. zZzzzz~
(<___< ) ( >____>) Dimana dia?
“Ya! Sandara! Dimana kau!” tidak kutemukan dia di tempat dimana aku memarkirkan motorku tadi. Hhhhh ==” cewek pembosan itu pasti sudah berangkat meninggalkanku karena tak sabar.
“ya ampun.. aku takut, dia dipukuli…padahal wanita…” sesorang berlari bersama anak kecil dari arah blok yang berlawanan dengan jalan yang kulalui tadi.
O.O wanita? mungkinkah Dara yang sedang dipukuli?? Secepat mungkin aku berlari menuju arah ibu-ibu tadi. Terdengar suara orang-sedang saling pukul dalam jarak dekat. Kutambah kecepatan lariku dan..
…………………………bukan Dara yang sedang dipukuli
Tapi…………………….
……………. Dara lah yang sedang melakukan pemukulan terhadap beberapa orang dihadapannya
O.O What the..
________________bersambung ya!! ^O^
–Liar–
~~~~~~~~~`fanfic ini adalah repost karena secara ngga sengaja chapter awal terhapus dari blog ^^ untuk yang sudah berkomentar, komentar kalian tidak hilang karena masih kusimpan di wordpress hallyucafe yang lama disini ^^Liar (chapter- 9)

