“I AM Documentary Movie” – an Author’s Review

Halo readers,

aku yakin kalian pasti sudah nggak asing lagi dengan film ini. Tanggal 18-20 Mei lalu, beberapa BLITZ Megaplex di Jakarta, Tangerang dan Bandung menayangkan film ini secara eksklusif yang ditonton ribuan penggemar K-Pop di pelosok Jakarta dan sekitarnya. Tanggal 19 lalu, aku berkesempatan ikut serta dalam keramaian K-Poppers untuk menonton film ini di Blitz Grand Indonesia .. jam setengah 4, ada yang bareng kah? XD

Jadi, inilah review yang kutulis setelah nonton bersama kalian. Tadinya sebenarnya aku nggak begitu expect terlalu tinggi soal I AM, karena yang kudengar ini adalah film dokumenter yang diambil dari rekaman artis-artisnya saat jaman masih trainee, dan kurasa banyak di antara video-video itu sudah ada di youtube. Yang ada di bayanganku saat itu adalah video montage yang digabungin jadi satu dengan efek” modern dan interview dengan para SM artist.

Aku benar tentang beberapa yang ada di dalam bayanganku sebelumnya, hanya saja, penyajiannya ternyata di luar perkiraanku. Ketika tadinya kupikir I AM akan membosankan, .. aku salah besar, sodara-sodara! Film ini DAEBAK!!!

Film ini dimulai dengan potongan rekaman seorang anak yang sembunyi di belakang kursi (seperti yang sutradara Choi Jin Seong sempat kasih spoiler saat konferensi pers showcasenya tanggal 30 April lalu), nggak mau muncul di depan kamera, dan manjanya bukan main … dia tidak lain adalah Lee Sungmin! bertahun-tahun sebelum debut, masih kelihatan sangat muda dan yah, .. cute. haha..

Video-video lama yang ditampilkan selalu ditandai dengan label D-nnnn yang berarti video itu diambil berapa hari sebelum mereka debut. Yang membuat video ini nggak membosankan adalah karena video-video lama nggak ditampilkan dengan plot progressive tapi di acak dan diselingi dengan konser SM Town di New York dan LA, juga beberapa klip interview sama para artisnya.

Video-video lamanya banyak yang belum pernah aku lihat di youtube, keren sih, yang banyak menarik perhatian tentunya adalah video audisi Donghae, bentuk lamanya itu nggak nahan mengocok perut semua orang, dan juga video audisi Eunhyuk, dari sananya dia emang udah gebleg. Video montage lalu menampilkan beberapa penampilan mereka saat sedang latihan dance, yang aku inget ada TVXQ Yunho, SHINee Taemin, Donghae dan Eunhyuk. Efek hologram *yang sekarang lagi ngetren banget sejak konser Tupac Shakur* versi saat ini dari mereka muncul di video-video lama latihan mereka jadi semacam battle dance antara  ’dia sekarang’ dan ‘dia dulu’. Pertama Donghae, lalu Taemin sampai Yunho mereka menunjukkan gerakan yang jelas kelihatan makin berkembang dan lebih terasah, aku sempat bilang sama seorang teman yang saat itu nonton bersama, akan lebih oke kalau tiba-tiba aja gerakan mereka disamakan jadi  seperti dance routine yang mereka tunjukkan bersama, .. jajaaaann~ omonganku ternyata dijawab oleh Eunhyuk, yang membuat aku terpana adalah ternyata dia masih ingat sama koreo dancenya dulu saat latihan, dan itu menurutku sangat keren, hihi .. *percayalah, ini bukan komentar yang bias* XD

Satu adegan yang paling memorable selama film itu untuk aku adalah para explosion parade (kamu tau kan letusan” api yang selalu ada tiap konser), siapa yang ngira kalau ternyata letusan” itu nggak hanya bikin kaget kita sebagai penonton, tapi juga mereka yang ada di belakang panggung. Parade ini menunjukkan reaksi para member SHINee, Super Junior, Girls Generation dan f(x) dari yang sampai lompat saking kagetnya (ini Donghae, Jonghyun dan Hyoyeon banget), yang paling cool meski letusan di mana-mana (Cho Kyuhyun never fails to mesmerize me) sampai yang paling epik dan dapet tepuk tangan paling meriah setelah reaksi “superstar”nya ditunjukkan di belakang panggung —-> Leader Leeteuk.

Film I AM bercerita tentang para artisnya yang disuguhi video-video yang bahkan mereka sendiri belum pernah lihat sejak awal audisi, saat menjadi trainee dan mengenang kembali masa lalu yang akan selalu mengingatkan mereka atas kerja keras selama bertahun-tahun yang telah mereka jalani hingga akhirnya debut. Di sini aku melihat sisi lain kehidupan mereka sebagai seorang pribadi, bukannya seorang bintang atau anggota satu grup K-Pop yang sangat terkenal, keinginan mereka, mimpi mereka sampai keseharian mereka yang super lugu dan lovable.

Ada satu segmen di mana mereka menunjukkan hari saat pertama kali f(x), SHINee, dan Super Junior debut. Sayang sekali nggak ada TVXQ, masa lalu mereka bahkan nggak banyak dibahas (tentu saja, karena mereka dimulai berlima), aku sempat berharap  I AM akan menampilkan debut mereka pertama kali dengan dua anggota, tapi ternyata kita nggak melihat segmen itu, temans.. Kenyataan dan ketegaran TVXQ kembali dengan hanya dua orang aja memang keputusan yang berani sekali, .. let me tell you what, aku dulu pun termasuk salah satu orang yang meragukan kesuksesan HoMin. Hanya tinggal berdua setelah dua dari tiga main vocal mereka memutuskan untuk keluar, kita harus mengakui bahwa kemampuan vokal Yunho nggak sebaik dancenya, he was born as a dancer, not a singer .. jadi dulu aku sempat berpikir gimana Changmin akan berjuang untuk menutup kekurangan leadernya yang satu untuk, mengcover kekutan lima harmoni yang dulunya sempat nggak terkalahkan. Sampai suatu hari aku nonton SM Town di Tokyo dan melihat HoMin menyanyikan ‘Somebody to Love’ akhir tahun lalu kalau nggak salah, salah satu lagu paling powerful milik TVXQ5, dinyanyikan hanya berdua tapi kekuatannya sama sekali nggak berkurang … I was totally impressed, dan yah, sejak itu aku baru mulai mengakui kekuatan mereka. Kemampuan vokal Yunho jauh berkembang sejak terakhir kali aku ngeliat dia di TVXQ5, dan Changmin .. nggak perlu diragukan lagi, he’s indeed that good. Dan yah, saat itu adalah pertama kalinya aku salut sama seorang Jung Yunho.

Keseluruhan film I AM membuatku menemukan banyak hal-hal baru di SM Entertainment, dari video-video lama yang nggak pernah dilihat sebelumnya, yang lucu, yang mengharukan, semuanya ada. Sosok Lee Sooman juga nggak terlewat dari pengamatanku, dia adalah sosok yang sangat dikagumi oleh para artisnya, .. dan kekeluargaan mereka sangat terasa di permukaan. Ini membuat aku berpikir tentang banyak rumor yang nggak enak bicara soal Lee Sooman yang ini itu *terutama saat kasus TVXQ dan juga tentang kericuhan beberapa masalah Super Junior*, bila memang bapak yang satu ini seburuk apa yang orang-orang di luar sana bilang, kurasa nggak akan seintim itu para member Super Junior, BOA, Kangta, SNSD dan lainnya memeluk dia. Bila mereka bilang Lee Sooman adalah sosok seorang guru yang sangat dihormati, itulah yang aku percaya. Rumor tentang kekerasan dia para para artisnya, aku pandang seperti sebuah sikap untuk mendisiplinkan mereka – dalam budaya Korea, sudah biasa seorang ayah menggunakan tangan untuk menghukum anaknya, intinya, anak laki-laki memang sekali dalam hidupnya perlu dipukul untuk menjadi seorang pria, itu budaya yang mereka percaya sejak kecil .. dan begitulah yang aku percaya. Beberapa oknum kurasa mencoba untuk menjatuhkan dia dengan rumor semacam ini, sementara orang-orang seperti kita, yang mudah terpengaruh dan nggak tau apa-apa hanya bisa menelan rumor itu mentah-mentah dan membenci dia tanpa alasan yang jelas. Nggak kenal maka nggak sayang, begitulah orang-orang kebanyakan .. Tapi saranku, bila kalian nggak mendapatkan sumber informasi yang jelas atau dari berita resmi, jangan pernah percaya dengan rumor apapun, karena kadang apa yang kalian dengar nggak selalu benar.

Nggak hanya plus aja, film ini juga punya kekurangan. Sangat disayangkan film I AM ini hanya membahas para artis mereka yang aktif di Korea, aku sama sekali nggak melihat ada Henry, Zhoumi, Jang Li Yin, atau J-Min muncul di sini sebagai salah satu anggota keluarga mereka. Entah mungkin mereka memang memiliki alasan tersendiri, tapi tetap aja ada yang kurang bagaimanapun juga. Henry dan Zhoumi terutama, meski tidak aktif di Korea, mereka selalu ikut serta dalam tiap konser Super Junior atau SM Town di manapun, .. aku agak kehilangan mereka sebenarnya. Selain itu, durasi filmnya 2 setengah jam, meski aku bilang keren dan menarik, tetap saja ada beberapa hal yang sebenarnya agak mengganggu dan aku nggak tau apa signifikansinya di dalam film itu. Terutama ketika tiba-tiba aja, di pertengahan akhir film diputar satu clip yang memperlihatkan kontestan top UCC video dance cover. Semua videonya diputar sekilas”, tadinya kupikir bakal ditampilin beberapa yang terbaik .. eh ternyata cuma sambil lalu, cape deh. Lalu jeda blank screen-nya juga terlalu banyak saat berganti satu video ke video lain, I mean, kalau hanya dua atau tiga aja ketika berganti segmen nggak akan masalah, tapi ini terlalu sering jadi berasa anti-klimaks aja jadinya. Okeh, nggak ada lagi yang perlu aku tuliskan, selain hipotesis bahwa sepertinya sutradara film ini hardcore fan-nya Eunhyuk.

Sekali lagi ini adalah film dokumenter untuk mempromosikan virus K-Pop dan Korean Wave yang semakin mendunia belakangan ini, terutama para artis SM Town sendiri, jadi jangan berharap kamu akan melihat mereka membicarakan konflik-konflik yang terjadi di dalam keluarganya (seperti kasus JYJ, Han Geng atau lainnya). Ini propaganda, bukan film klarifikasi XD

Fakta-fakta dan analisis film I AM yang berhasil kuhimpun:

1. Terlalu banyak scene Eunhyuk di situ bikin proporsi member Super Junior lainnya jadi nggak imbang!! XD

2. Anggota SNSD itu cantik-cantik semua nggak wajar, temans, .. aku merasa seperti Godzilla saat ngeliat mereka close up di layar sebesar itu.

3. Onew Sangtae is real. He’s indeed that weird.

4. Hyoyeon saat masih muda jauh lebih cantik daripada mudanya Yoona. Asli. #theshockingtruth

5. Banyak para artis SM yang wajahnya sama sekali nggak berubah sejak masa audisi sampai saat ini, terutama para cowoknya. (Hyukjae, Minho, Taemin, Sulli, Hyoyeon, Taeyeon, Seohyun, Yoona, Changmin, Sungmin, Jonghyun, Key, Onew, .. lainnya aku lupa). Yang video lamanya nggak muncul itu kurasa memang ada yang di’ubah’ dari bentuk wajah mereka, hihihi..

6. Sangat sulit untuk melihat Amber sebagai seorang cewek, instead of good-looking girl aku ngeliat dia as a pretty boy. Tapi emang bener, bila itu adalah ‘konsep’ yang dibentuk dari SM, years of training memang worth it, tanpa sangat berusaha pun *teringat dengan salah satu anggota Cherrybelle dan 7Icons yang berusaha keras menunjukkan image cewek tomboi* si Amber sudah keliatan sangat cowok. Daebak. >.<

7. Siwon harus lebih banyak beraktifitas dengan Super Junior kalau ingin terus diingat sebagai salah satu member grup ini, karena belakangan bila dia tampil bersama mereka, aku ngeliatnya seperti “Choi Siwon featuring Super Junior” … popularitasnya nggak wajar, they need to let him share the fame.

8. Sepertinya cuma SM yang para artisnya wajahnya banyak mirip” —— Amber=Donghae=Jonghyun —— Kangta=Siwon=Zhoumi —— Heechul=Taemin —— Yunho=Yuri=Seohyun ——

9. Kalau lihat adegan BOA dengan setting kek di Asia Tenggara, .. itu di antara Thailand atau Philippine ya sodara-sodara, bukan Indonesia. BoA nggak pernah ke Indonesia lagi sejak Samsung Award dulu jaman tahun 2004.

10. Aku baru nyadar kalau f(x) debut di tahun yang sama dengan 2NE1, sayangnya kesuksesan mereka punya gap yang agak besar. Mereka tenggelam di bawah pengaruh popularitas SNSD, dan ini mengingatkan aku dengan kasus yang sama yang dialami Super Junior ketika TVXQ masih berjaya. Super Junior baru mulai beranjak naik di tahun 2009 dengan album Sorry Sorry mereka, dan saat itu pamor TVXQ sedang sangat turun karena kasus perceraian mereka … jadi, kalau emang ingin terbang tinggi, f(x) .. you know what to do .. LOL XD ~kidding kidz, no hard feeling.

The last thing but not least, aku menunggu EXO di produksi I AM 2. *evil grin*

Kalian sendiri yang sudah nonton, gimana pendapat kalian soal film ini??

—————————-

written by: kimchidee

This entry was posted in Report, Review and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.
  • Risnawiyanti

    thanks banget udah review in film I AM ya author! akhirnya aku bisa ngebayangin filmnya gimana
    jeongmal gomawoyoooo (_ _)

    Aku sangat ingin nonton tapi aku di banjarmasin dan I AM gak di putar disini :/

    “Sampai suatu hari aku nonton SM Town di Tokyo” itu author beneran ke tokyo kah? :O

  • http://all-aboutmoi.blogspot.com Rae In

    aku aku aku!! aku udh nonton thor. banyak yg bilang porsi super junior di film ini sedikit dan paling banyak adalah snsd (katanya sih gitu). tapi dari awal nonton aku emang ngga niatin buat nonton suju-nya aja (i’m an ELF). aku lagi nyari tontonan yg bisa mecut punggungku yang sekarang lagi siap2 buat mulai skripsi. dan bener aja, dengan nonton I AM aku jadi lebih bersemangat dalam banyak hal. kuliah dan kegiatan lainnya setelah ngeluh capek2 mulu.
    aku jadi tau gimana perjuangan para artis2 SM ini untuk bisa meraih popularitas seperti sekarang. sungmin yg sampe kayak gitu karena kecapekan, jong hyun yg sape nangis pas debut mereka, dll. pokoknya sih secara keseluruhan aku suka film ini. aku ngga peduli dgn porsi siapa yg lebih besar dr film ini, karena yg aku cari adalah film mengenai orang2 yg tidak putus semangat dan kerja keras untuk mencapai apa yg diinginkannya.
    sekian. hahahha..

  • Kkkkkk

    Henry ama zhoumi ada kokk -_-

  • AF

    ada loh EXO, itu di bagian credit, hayooo ga nonton sampe abis ya? wkwkwk walopun cuma 5 detikan sih video dance practice mereka ditayangin

    • http://kimchidee.wordpress.com/ kimchi.dee

      credit kan gak masuk bahasan, mbaknya … o_O