[Fan Fiction] – Liar (Chapter 6)

Liar (Foreword)
Liar (Chapter 1) , Liar (Chapter 2), Liar (Chapter 3) , Liar (Chapter 4)
Liar (Chapter 5), Liar (Chapter 6), Liar (Chapter 7) , Liar (Chapter 8) ,
Liar (Chapter 9) , Liar (Chapter 10), Liar (Chapter 11), Liar (Chapter 12), Liar (Chapter 13) , Liar (Chapter 14), Liar (Chapter 15), Liar (Chapter 16),
——–

 

DARA POV


“hentikan!” Aku melihat Wooyoung sempat dua kali memukul jatuh Jiyong sebelum akhirnya ia dilerai oleh Seungri. Ok, lebih tepatnya Wooyoung dibalas oleh Seungri dengan sebuah dorongan yang langsung membuat Wooyoung terjatuh.

“ F U!!” Jiyong yang langsung sadar dari dua pukulan Wooyoung sebelumnya mendekati Wooyoung dan membalas dengan satu pukulan balasan tepat di hidung Wooyoung.

Krak!!

Omo! >.< mataku mengerjap-ngerjap melihatnya “Wooyoung!” kudekati Wooyoung untuk menolongnya tapi Jiyong menarikku begitu ku di dekatnya, Ia siap melepaskan satu pukulan lagi. O.O sebelum Wooyoung sempat mendapatkan jackpot keduanya dari Jiyong kupeluk Jiyong dari samping dan mendorong-dorong tubuh Jiyong agar menjauh dari Wooyoung. >o< kudorong terus tapi tampaknya ia tak bergerak sedikitpun.

“Apa masalahmu?!! “ Teriak Jiyong pada Wooyoung yang masih terduduk di lantai. Disamping Wooyoung sudah ada Chaerin yang sibuk melap hidung wooyoung yang berdarah. TT________TT ia pasti kesakitan.

“Aku tak rela Dara berpacaran dengan laki-laki b*en9sek sepertimu!!”

O.O wooyoung sayang, apa yang baru saja kau katakan.. jangan membangunkan macan tidur… ><

“Hah! Jangan bercanda kau pen9ecut! Aku dan Dara ti…”

“Aaaaaaaaaaaaaahhh~~~`” Aku langsung jongkok dan memeluk perutku untuk mengalihkan semua perhatian padaku.

“Berisik! Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi Dara?! “ Itu pertanyaan paksa. Aku tak mengindahkannya dan memeluk salah satu kaki Jiyong sementara tubuhku masih berjongkok.

“Hikz.. perutku kram…” hehe, aku pintar berakting kan? Tapi jangan lupa mengeluarkan suara rintihan kesakitan saat melakukan hal ini dara..

“Jangan banyak gaya!” Jiyong menggoyang-goyang kakinya yang sedang kupegang. >< Ya ampun,, mengapa tak ada satupun guru yang melerai hal ini =.=

“Jiyong… antarkan aku ke UKS… perutku sakit sekali..” rintihku sambil semakin erat memegang kakinya. Haduh.. bagaimana ini ><.. ah ya!! Kutundukkan kepala dan tubuhku semakin ke bawah hingga aku akhirnya tergeletak di lantai.

Satu detik. Tak ada yang bereaksi.

Dua detik. Kemana orang-orang berkeprimanusiaan di muka bumi ini!! Tak ada lagikah yang akan menolong orang pingsan karena kram perut????

“Dara!!!” Ok, kudengar suara Chaerin dan Wooyoung pada detik ketiga.

“Oppa!! Kau berdarah, takkan bisa mengangkat Dara” Mmm,, sahabat baikku tampaknya membujuk Wooyoung untuk tidak mengangkatku. O.o baiklah siapa saja, aku rela asal bisa keluar dari situasi ini.

“Ya.. jangan bercanda.. Aisssshh…” =.= kurang ajar, G-Cockroach itu malah menggoyang-goyang badanku dengan kakinya. Sementara itu kudengar suara-suara bisikan dalam kerumunan.

“ya ampun.. dia kenapa?” atau..

“kenapa GD tidak menggendongnya, bukannya Wooyoung bilang dia pacarnya” betul. Kenapa kau diam saja hey The Almighty G-Dragon? Tunggu dulu, masih kudengar ada yang berkomentar.

“Jangan-jangan dia hamil” Ok, suara siapa itu!!! =..= benar-benar kelewatan.

“Ya! GD! Cepat angkat Dara ke UKS!!” ^^ itulah mengapa aku sangat sayang sahabatku, ia paling vocal berteriak pada Jiyong.

“Aiishhhh~ “ Jiyong menggerutu sebelum akhirnya benar-benar mengangkatku. Yaaaaayy!! Berhasil! Suara kerumunan dan bau kantin lama kelamaan makin menghilang. Bagus. Itu berarti aku sudah menjauh dari tempat itu dan berhasil memisahkan Jiyong dari Wooyoung.

“Ya! Aku tau kau pura-pura, cepat bangun!” >< kututup mataku rapat-rapat. Sudang tanggung berbohong, masa harus ketahuan sebelum aku tidur nyaman di ruangan UKS?

“Cih, aku tahu bagaimana cara menyembuhkan kram perut” Tunggu dulu! Jiyong!! Kau akan membawaku kemana? Aku hanya bisa menjerit-jerit dalam hati. Sedikit was-was kemana aku akan dibawa olehnya “Kau tahu?” Ia berbicara padaku seolah-olah aku mendengar. Gee,, aku sedang pingsan!! “jika perutmu kram, berendam air panas akan melemaskan ototmu, dan kau juga akan merasa saaaaangat relaks..” <___< kemana arah pembicaraan dia sebenarnya? Lagipula kenapa UKS terasa jauh sekali.. “Tapi, saat ini..” Kudengar ia membuka sebuah pintu, whoaaaa gerakannya hampir membuatku terjatuh tapi ia dengan ahli memposisikan diriku lagi di dekapannya. Omo! Tidak mungkin! Aku tahu tempat ini! Bau nya familiar, semua pun bakal tau tempat ini dari baunya.

Kolam renang! “..aku akan menyembuhkanmu dengan air dingin”

Byuuuuuuuurrr!!!

-Ok stop! Hentikan waktu di sini sebentar. Kalian berharap pada akhirnya jiyong akan berlaku sedikit baik kepadaku kan? Salah besar!! Aku dilempar ke kolam renang! Laki-laki macam apa dia?? Demi Tuhan aku kan ceritanya sedang pingsan! Errrr, karena perutku kram. Baiklah, aku takkan mengeluh disini dan harus segera menjalankan kembali waktu karena stalkinghero mengancam akan mengganti tokoh utama cerita ini dengan alasan ‘Sandara Mati Karena Tenggelam di Kolam Renang’ Oh S!! tidak keren sama sekali akhir ceritaku jika alurnya seperti itu. Dan lagi, jika kalian berharap adegan dimana aku tidak bisa berenang dan akhirnya dengan amat sangat romantis Jiyong menyelamatkanku dari air, itu TAK AKAN TERJADI. Baiklah, majukan kembali waktu sebelum aku mati betulan-

“Ya!!” teriakku pada Jiyong sesaat setelah aku berhasil menghirup udara. Jiyong, dengan manisnya berdiri di hadapanku dengan tangan terlipat dan memandang sinis ..tentu saja padaku. “Apa yang kau lakukan!!” Teriakku sambil mendekat ke tepi kolam.

“cih, benar kan.. kau berpura-pura saja tadi..” wow, lirikan sinisnya bisa menyayat semua ilalang yang ada di ladang. “katakan padaku Park Sandara, apa yang sebenarnya terjadi tadi hah? Kenapa suami gelapmu menganggapku sebagai pacarmu? Hkc984cyjf76hfvg!! Akan kubalas jika bertemu dengannya lagi.” Katanya masih tetap dengan posisi tubuh yang sama. Aku acuhkan pertanyaannya dan berkutat dengan tubuhku yang sedang mencoba kembali ke ‘daratan.’ Hhhh,, baju ini membuatku sulit untuk naik ke atas.

“Ahahahahhahaha~” masih si kecoa yang sama =.=” ia menertawakanku yang berulang-ulang terjatuh kembali ke kolam.

“Sialan kau Jiyong!!” Ku percikan atau lebih tepatnya kubanjur sebanyak mungkin air ke tubuhnya yang berdiri di hadapanku. Secepatnya kunaik ke atas dan berdiri di hadapan Jiyong.

“Jelaskan padaku” Katanya dengan nada menyuruh. Aku tampaknya tak bisa mengelak lagi dari pertanyaanya.

“Kukatakan pada Wooyoung jika aku berpacaran denganmu” kataku dengan suara mantap.

Jiyong hanya tertawa sinis. “Sudah kukira kau tergila-gila padaku” =.=

“Aku hanya meminjam namamu” kataku lagi dengan tubuh gemetar kali ini. Lain kali akan kubuat perhitungan dengannya karena melemparkanku ke kolam di saat cuaca Korea berada -4 derajat.

“Kau memilih orang yang salah sayang…” Ia mendekatiku. Mendekatkan wajahnya padaku hingga hanya 10 senti didepanku. “Kau tak tahu siapa orang yang kau pilih untuk terlibat Dara..” Ia merapikan helai rambut yang menutupi wajahku karena air. “Kuperingatkan padamu, selesaikan masalahmu dengan chipmunk itu sekarang juga. Aku tak mau menjadi pacarmu. Tidak, Namaku tak cocok untuk menjadi seorang pacar penari striptease.” Ok, kalimat terakhirnya entah kenapa membuatku sedikit marah. “Tapi.. jika kau memaksa,, aku tak keberatan melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang yang sedang berpacaran..” O.O ia mendekatiku hingga wajahnya 5 senti didepanku. Omo! Bisa kurasakan hembusan nafasnya. >< kututup mataku hingga bibirnya menyentuh..

“Dara!!!!” O.o

Chaerin?

Secepat kilat aku mundur dari hadapan Jiyong dan melihat chaerin yang berlari mendatangi kami dengan pandangan seribu tanda tanya. Omo omo! Apakah ia melihatku???

“Dara,, kenapa kau basah????” Ia meraba-raba pakaianku yang memang 100 persen basah. “Ayo cepat ganti!! Ia mendorongku menuju pintu keluar. “Kenapa kalian tidak ada di UKS? Kenapa ada disini?” Chaerin memandang Aku dan Jiyong bergantian. “Ah sudahlah, ceritakan padaku nanti. Sekarang cepat ganti bajumu, kau ada baju olahraga di loker kan Dara?” Tanya Chaerin khawatir. Aku hanya bisa mengangguk dan langsung pergi keluar setelah melirik sejenak pada Jiyong yang melihat kami seolah tak terjadi apa-apa.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


GD POV

“Kau memilih orang yang salah sayang… Kau tak tahu siapa orang yang kau pilih untuk terlibat Dara” kurapikan helai rambut yang menutupi wajahnya karena air. “Kuperingatkan padamu, selesaikan masalahmu dengan chipmunk itu sekarang juga. Aku tak mau menjadi pacarmu. Tidak, Namaku tak cocok untuk menjadi seorang pacar penari striptease. Tapi.. jika kau memaksa,, kita boleh melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang yang sedang berpacaran..” kudekati wajahnya hingga 5 senti di depanku. Kulihat ia menutup mata saat bibirku menyentuh..

“Dara!!!!” O.o

Chaerin?

Secepat kilat aku mundur dari hadapan Dara dan melihat chaerin yang berlari mendatangi kami dengan pandangan seribu tanda tanya. Apakah ia melihat kami??

“Dara,, kenapa kau basah????” Ia meraba-raba pakaian Dara yang memang 100 persen basah. “Ayo cepat ganti!! Ia mendorong Dara menuju pintu keluar. “Kenapa kalian tidak ada di UKS? Kenapa ada disini?” Chaerin memandang aku dan Dara bergantian. “Ah sudahlah, ceritakan padaku nanti. Sekarang cepat ganti bajumu, kau ada baju olahraga di loker kan Dara?” Tanya Chaerin khawatir. Dara mengangguk dan langsung pergi keluar setelah melirik sejenak padaku yang melihat mereka seolah tak terjadi apa-apa.

“Ya Jiyong!” Kata Chaerin setelah Dara keluar dari ruangan. “Aku tak tahu apa yang terjadi di antara kalian semua. Tapi kuharap kau tak menyakiti perasaan sahabatku” Chaerin dengan berani memandang marah padaku.

“Bagaimana jika kukatakan kalau kekasih Dara itu bukan aku..”

“Apa maksudmu GD” Tanya Chaerin

“Bagaimana jika kukatakan sahabatmu lah yang menyakiti hati orang lain?” kataku lagi dengan misterius.

“Dara takkan pernah berbuat jahat pada siapapun!” Katanya marah.

“bagaimana jika kukatakan Dara tidak berpacaran denganku tapi dengan kekasihmu Wooyoung”

Slaaaaaaaaappp!! O.O dia menamparku.

“Jangan sekali-kali kau memfitnah sahabatku!” Slappp!! Ia menamparku sekali lagi “bagaimana mungkin Dara dan Wooyoung berpacaran jika mereka kakak-beradik!!”

Apa??!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

dailymotion id=xetud8

Haiii,, maaf lama ya update nya ^^ kuharap kalian puas. Mohon komentar supaya aku tahu pendapat kalian ~ dan yang belum pernah membaca sebelumnya, bisa lihat links di atas ^^ makasih……..

~~~~~~~~~`fanfic ini adalah repost karena secara ngga sengaja chapter awal terhapus dari blog ^^ untuk yang sudah berkomentar, komentar kalian tidak hilang karena masih kusimpan di wordpress hallyucafe yang lama disini ^^Liar (chapter- 6)

 

This entry was posted in Comedy, Fan Fiction, Romance. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.
  • http://twitter.com/brendahinggis Brenda

    Waahh kok dara sama wooyoung kakak beradik? O.O ayooo di next min chapter2 selanjutnya, penasaran berat! Terus adegan romantis daragon banyakin dong min xD

    • stalkinghero

      hihihi…. masukin adegan romantis jangan ya…