Mengenal Penggunaan Nama Orang Korea: Kim, Lee dan Park yang Paling Populer

Annyeonghaseyo, Mr. Kim!

Sudah berapa lama kalian mengenal negara Korea? Dan selama itu pula, berapa banyak orang dengan nama ‘Kim’ yang kalian ketahui? Bahkan tidak hanya ‘Kim’, namun seberapa banyak pula orang dengan nama ‘Lee’ atau ‘Park’ yang kalian tau? Banyak sekali bukan? Wwjar, karena di Korea memang ada ratusan bahkan ribuan orang dengan nama keluarga ‘Kim’, ‘Lee’, dan ‘Park’. Di Korea, baik di sekolah ataupun di tempat kerja, bukan hal aneh jika kita menemukan ada banyak orang yang memiliki nama keluarga yang sama, padahal mereka sama sekali tidak memiliki hubungan darah.

Sejarah tentang nama keluarga di Korea ini sebenarnya sudah ada dari jaman dahulu kala, hampir sama kurun waktunya dengan sejarah kehidupan masyarakat di semenanjung Korea itu sendiri. Sebagai contoh, Jumong (주몽), pendiri kerajaan Goguryeo (고구려), mengambil nama ‘Go’ (고, 高) sebagai nama keluarganya, sementara Kim Suro (김수로), pediri Gaya Confederacy mengambil nama ‘Kim’ (김, 金) sebagai nama keluarganya, karena menurut legenda ia lahir (atau menetas) dari sebuah telur emas. (Karakter huruf Cina untuk ‘Kim’ memiliki arti “emas”.) Karena alphabet resmi Korea–Hangeul–kala itu belum ditemukan, maka nama orang-orang Korea saat itu sangat terpengaruh dengan bahasa Cina, karenanya kebanyakan dari nama-nama orang Korea ditulis dalam bentuk ‘hanja‘, biasanya terdiri atas satu atau dua suku kata.

Di zaman kuno, nama keluarga di Korea hanya digunakan oleh para bangsawan, kebanyakan dari mereka mendapatkannya berdasarkan silsilah keluarga kerajaan mereka. Namun sering berjalannya waktu, ada semakin banyak dan semakin banyak lagi orang-orang yang memutuskan nama keluarga mereka berdasarkan keinginan mereka masing-masing saja; di abad ke-19 pada masa dinasti Joseon, sistem kerajaan dihapuskan, karenanya pada awal aban ke-20, semua orang di Korea memiliki nama keluarga. Ketika para rakyat biasa dari kalangan yang lebih rendah mendapat hak untuk memiliki nama keluarga, kebanyakan dari mereka memilih nama-nama keluarga dari kalangan kerajaan dan bangsawan – yang mana kebanyakan dari mereka memiliki nama keluarga ‘Kim’, ‘Lee’, dan ‘Park’.

10 nama keluarga yang paling populer digunakan oleh masyarakat Korea (berdasarkan hasil sensus tahun 2000) : Informasi dari Badan Statistik Korea

Berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan pada tahun 2000 lalu, ada sekitar 290 nama keluarga yang terdaftar di Korea, yang mana nama kelurga ‘Kim’ diperkirakan digunakan oleh 22% dari keseluruhan jumlah penduduk Korea, diikuti oleh nama keluraga ‘Lee’ (15%) dan ‘Park’ (9%). Dari ketiga nama keluarga ini saja sudah mencakup setengah dari keseluruhan jumlah warga negara Korea. Peringkat dari 10 nama keluarga teratas (yang paling banyak digunakan) tidak pernah berubah dari berabad-abad lalu, meskipun ada banyak dan semakin banyak lagi nama-nama keluarga baru yang bermunculan, kemungkinan besar karena adanya diversifikasi budaya.

Ada lebih dari 35 klan dalam nama keluarga 'Kim'

Karena ada banyak keluarga yang menggunakan nama keluarga yang sama dalam satu keseluruhan populasi padalah tidak benar-benar memiliki hubungan darah, maka keluarga-keluarga ini pun dibagi kedalam beberapa klan yang disebut bongwan (본관), yang didasarkan pada daerah tanah kelahiran keluarga-keluarga ini. Karena klan-klan ini dibuat berdasarkan tanah kelahiran mereka, maka akan ada banyak sekali nama-nama keluarga yang tergabung dalam satu klan. Contohnya, ibu kota Gyeongju (경주) pada masa dinasti Silla (신라) terdapat bongwan yang terdiri dari 6 nama keluarga yang berbeda, semuanya adalah warga keturunan dari kepala desa yang membantu pendirian kerajaan.

Setiap klan dibagi lagi kedalam cabang tertentu yang disebut pa (파), meskipun kebanyakan orang tidak begitu peduli dengan dari cabang klan mana mereka berasal, khususnya bagi para generasi muda. Namun, hampir seluruh masyarakat Korea mengetahui berasal dari bongwan mana mereka dan jika bertemu dengan seseorang yang memiliki nama keluarga yang sama, mereka akan bertanya berasal dari klan apa ia dalam percakapan biasa.

Menikah dengan seseorang yang memiliki nama keluarga yang sama dan berasal dari klan yang sama pula adalah sesuatu hal yang dilarang hingga tahun 1990-an. Namun hingga saat ini masih ada beberapa orang dari generasi tua yang masih berpikir bahwa menikah dengan orang yang masih berasal dari satu klan seperti ini tidak diperbolehkan karena mereka berpikir bahwa ini seperti menikah dengan keluarga mereka sendiri, meskipun itu mungkin berarti mereka berasal dari satu leluhur yang sama dari 1,000 tahun yang lalu.

Nama Hong Gildong, nama asli dari seorang “Robin Hood” versi Korea pada abad ke-15, ini merupakan contoh bentuk standar penulisan nama orang Korea

Pada nama Korea, nama keluarga disebutkan pertama. Jadi untuk nama pesepaknbola terkenak Korea, Park Jisung (박지성) nama keluarganya adalah ‘Park’, dan untuk nama figure skater, Kim Yuna (김연아) nama keluarganya adalah ‘Kim’. (Karenanya nama keluarga di Korea tidak disebut sebagai nama ‘belakang’ tapi nama ‘depan’.) Bentuk nama ini sebenarnya sangat mudah untuk dimengerti karena nama keluarga berkesan familiar dan pengucapannya di romanisasikan terpisah sendiri dengan nama pemberian mereka yang disebutkan sebagai satu kata. Meski begitu, kebanyakan dari nama orang Korea terdiri dari 3 suku kata termasuk nama keluarga, nama pemberianpun tidak selalu ditulis sebagai satu kata ketika diromanisasikan. Beberapa diantaranya juga sering kali menuliskannya terpisah untuk setiap suku kata dengan menulis ‘Park Ji Sung’, atau menggunakan tanda pembatas untuk membedakan nama keluarga dengan nama pemberian mereka dengan menulis: ‘Park Ji-Sung’ atau ‘Park Ji-sung’.

Metiode pengejaan romanisasi resminya pun berubah-ubah seiring berjalannya waktu, karenanya ada beberapa pengejaan berbeda untuk satu nama keluarga yang sama. Contohnya, untuk nama keluarga penulis asli artikel ini, 정 – yang mana ayahnya memutuskan untuk mengejanya dengan ‘Chung’ untuk passport-nya – namun sebenarnya nama ini lebih sering dieja dengan ‘Jeong’ atau ‘Jung’. Sama halnya dengan 장, yang dapat dieja dengan ‘Jang’ atau ‘Chang’. Sama halnya pula dengan Kim/Gim, Lee/Yi/Rhee, Park/Pak/Bak, Jo/Cho, Lim/Im, atau Yoon/Yun. Sebenarnya pengejaan romanisasi untuk huruf alphabet Korea semuanya sama, didasarkan pada hasil pendengaran. Sebenarnya ada standar romanisasi untuk mengendalikannya; namun tetap saja selalu ada orang-orang yang lebih suka tampil eksentrik dengan menulis ejaan romanisasinya dengan cara yang berbeda.

Ibu dan Nenek tidak memiliki nama keluarga yang sama dengan keseluruhan anggota keluarga

Nama keluarga pun selalu berdasarkan dengan nama keturunan ayah. Wanita tidak merubah nama keluarga mereka ketika menikah – mereka tetap dengan nama keluarga yang telah mereka miliki sejak lahir – namun untuk anak-anak biasanya mengikuti nama kelurga dari ayahnya. Dengan bertambahnya angka perceraian, ada pengrevisian Hukum Keluarga yang memperbolehkan anak-anak untuk menggunakan nama keluarga ibu mereka sebagai nama keluarganya sejak tahun 2008, perkembangan yang masih sangat baru.

Surat-surat resmi untuk masyarakat Korea selalu meminta untuk penulisan dengan bahasa Korea, hanja, dan ejaan romanisasi

Di sekolah atau di resepsionis ketika pergi ke dokter biasanya mereka akan memanggil dengan nama keluarga, kecuali jika keluarga, saudara, teman dekat atau semacamnya, jarang sekali mereka memanggil sesamanya dengan nama keluarga. Orang-orang biasanya memanggil mereka dengan jabatan atau status mereka (Guru, Direktur, Manager, Kapten Tim, Dokter, Supir, Customer, dan lain sebagainya), atau hubungan mereka denganmu (Bibi, Paman, Sunbae, Unni, Hyeong, Oppa, dan lain sebagainya).

Yang menjadi trend belakangan ini adalah dengan menambahkan “nim” (님, bentuk penghormatan terhadap seseorang, biasanya lebih tua atau jabatannya lebih tinggi dari yang memanggil) diakhir nama seseorang, yang mana sering digunakan di internet yang sering kali bersifat tanpa nama. Usia, jenis kelamin, status sosial semuanya menjadi tidak penting di dunia online, karenanya dari pada menyebut seseorang di internet dengan jabatan atau status mereka, orang-orang lebih memilih untuk memanggil sesamanya dengan nama/julukan mereka di dunia online dan menambahkan “nim” di akhir agar lebih sopan. Tren ini pun terbawa ke dunia realita dimana “nim” kini menjadi panggilan lumrah, bahkan sering kali disandingkan dengan nama panggilan mereka.

Satu hal lagi yang penting. Kesetaraan dalam penggunaan Mr/Miss/Ms untuk nama Korea adalah ssi (씨), namun NEVER (salah satu situs pencarian–semacam google–khas Korea) menggunakannya untuk menyebut seseorang yang lebih tua, seorang senior, seseorang yang jabatan atau statusnya lebih tinggi. Pelafalan bahasa Inggris yang di-Korea-kan seperti “meestuh” (미스터, Mr) dan “meeseu” (미스, Miss) bukan merupakan sebutan yang sopan dan tidak digunakan dalam bentuk formal, kecuali jika dalam percakapan yang menggunakan bahasa lain selain bahasa Korea (ada semacam nada menghina dalam penggunaan kata ini) atau jika orang yang sedang melakukan percakapan ini meminta untuk dipanggil seperti itu.

Source: blog korea

DO NOT TAKE OUT!!

This entry was posted in Intermezzo, KCulture and tagged , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.
  • http://twitter.com/mariaachoi/status/175388898057396224 Maria Trisheila

    RT @hallyucafe: Mengenal Penggunaan Nama Orang Korea: Kim, Lee dan Park yang Paling Populer – http://t.co/d8r1fOHm

  • http://twitter.com/qimchiya/status/175393848606986240 Rachel 미라

    RT @hallyucafe: Mengenal Penggunaan Nama Orang Korea: Kim, Lee dan Park yang Paling Populer – http://t.co/n31pOzHm

  • http://twitter.com/milla_tamimi/status/175394206083325954 Millati Tamimi

    baca artikel ini deh @indahervina => "Mengenal Penggunaan Nama Orang Korea: Kim, Lee dan Park yang Paling Populer" http://t.co/1lUvDSYz

  • http://twitter.com/1008tria/status/175402691491663872 triakurniawaty ♥

    Mengenal Penggunaan Nama Orang Korea: Kim, Lee dan Park yang Paling Populer – http://t.co/erCAfraR

  • http://twitter.com/aizasyiah/status/175442655445127169 Siti Asyiah

    Mengenal Penggunaan Nama Orang Korea: Kim, Lee dan Park yang Paling Populer http://t.co/SoFuUoPy lewat @hallyucafe

  • http://twitter.com/rozasoraya/status/175452289887248384 Roza Virly Soraya

    RT @hallyucafe: Mengenal Penggunaan Nama Orang Korea: Kim, Lee dan Park yang Paling Populer – http://t.co/6O1mMPuk

  • http://twitter.com/rhizalin/status/175472403604963330 Lince Risa

    Mengenal Penggunaan Nama Orang Korea: Kim, Lee dan Park yang Paling Populer http://t.co/kSEXuoq9 via @hallyucafe

  • http://twitter.com/kpop_saranghae1/status/175474750825578496 Saranghae ♥ Kpop ♥

    Mengenal Penggunaan Nama Orang Korea: Kim, Lee dan Park yang Paling Populer http://t.co/Ku2JHhp0 via @hallyucafe

  • JPurple_N

    artikel yg menarik…thanks author
    aku suka nama ”park”, tepatnya ”Park JAY Bum”.hehehe

  • Rhiza Agassi

    Park Shi Hoo salah satu idolaku..

  • http://twitter.com/seiraairen/status/175579890001788928 정 서알

    Mengenal Penggunaan Nama Orang Korea: Kim, Lee dan Park yang Paling Populer – http://t.co/erCAfraR

  • sachy

    waaahhh…. kim nama kerajaan ya.. kim heechul.. hehe

  • SeiraAiren

    Kyaaaaaaaaaaaaaaaaa…
    Namaku masuk nomer 5.. ekkekk~ tetep pasaran.. U,u

  • http://twitter.com/agniiew/status/176232351658020864 Agηie Regi†α Ireeηα

    Mengenal Penggunaan Nama Orang Korea: Kim, Lee dan Park yang Paling Populer http://t.co/RVm38Z5V

  • Yeomin

    kim sama lee nama suami dan pacar aku
    park nama aku
    woah aku ga tau ternyata kami jodoh ada di 3 besar XD